Pada bulan Desember 2011 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,57 persen. Dari 10 kota IHK di Jawa Timur, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 1,19 persen, diikuti oleh Kediri dan Malang masing-masing sebesar 0,67 persen Nilai Ekspor Jawa Timur bulan November 2011 mencapai US $ 1.803,09 juta atau naik sebesar 38,41 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2011 yang mencapai US $ 1.302,67 juta Nilai impor Jawa Timur bulan November 2011 mencapai US $ 1.972,59 juta atau naik sebesar 2,40 persen dibanding impor bulan Oktober 2011 yang mencapai US $ 1.926,43 juta Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda pada bulan November 2011 mencapai 18.650 orang atau naik 21,06 persen dibanding jumlah wisman bulan Oktober 2011 yang sebanyak 15.406 orang Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan Desember 2011 turun sebesar 0,33 persen, dari 146,82 pada bulan November 2011 menjadi 146,34 pada bulan Desember 2011 Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur Bulan Desember 2011 turun tipis 0,12 persen dari 102,74 menjadi 102,62. Penurunan NTP ini disebabkan karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) lebih besar dari kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) Ekonomi Jawa Timur pada triwulan III tahun 2011 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 mengalami pertumbuhan sebesar 2,18 persen dibandingkan dengan triwulan II (q-to-q), dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 7,12 persen Jumlah angkatan kerja di Jawa Timur pada Agustus 2011 mencapai 19,76 juta orang, berkurang sekitar 0,49 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2011 sebesar 20,25 juta orang, dan lebih tinggi 0,23 juta orang dibanding Agustus 2010 Memasuki Triwulan 3 – 2011, ITK Jawa Timur tercatat 110,55 lebih baik daripada Triwulan 2 – 2011 (107,33) Penduduk miskin Jawa Timur pada bulan September 2011 sebanyak 5,227 juta (13,85 persen) atau turun 2,41 persen dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2011 yang sebesar 5,356 juta (14,23 persen).

Kemiskinan Jatim Maret 2009

3,208 views

BRS Edisi 1 Juli 2009 (Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin, P1, P2 dan Garis Kemiskinan Menurut Kab/Kota (2007))

RINGKASANkemiskinan

  • Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Jawa Timur pada bulan Maret 2009 sebesar 6,02 juta (16,68 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Maret 2008 yang berjumlah 6,651 juta (18,51 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 628,69 ribu jiwa.
  • Selama periode Maret 2008-Maret 2009, penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang 466,57 ribu, sementara di daerah perkotaan berkurang 162,12 ribu orang.
  • Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Pada bulan Maret 2009, sebagian besar penduduk miskin berada di daerah perdesaan (64,32 persen), sedang di perkotaan sebesar 35,68 persen.
  • Garis kemiskinan Jawa Timur pada bulan Maret 2009 sebesar Rp. 188.317,- per kapita per bulan. Peran komoditas makanan terhadap Garis Kemiskinan masih lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan), yaitu Rp. 138.442,- berbanding Rp. 49.874,-.
  • Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah beras, di kota 37 persen dan di desa 39,8 persen. Untuk komoditi bukan makanan adalah biaya perumahan, yaitu 18,2 persen di perkotaan dan 21,5 persen di pedesaan.
  • Pada periode Maret 2008-Maret 2009, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.